Kinerja 1 Tahun Kepemimpinan NARYAN di Kabupaten Yalimo (April 2025 – April 2026), Kegiatan 6.
Distrik Welarek di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan besar dalam akses transportasi. Selama ini masyarakat lebih banyak mengandalkan penerbangan perintis menuju Lapangan Terbang Saly, sementara jalur darat Elelim–Apalapsili–Welarek masih dalam tahap pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Yalimo. Kondisi geografis yang berat dan medan yang sulit dilalui menjadikan pembangunan Lapangan Terbang Perintis Wompoli sebagai kebutuhan strategis untuk membuka keterisolasian wilayah.

Semangat membangun daerah ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa asal Kabupaten Yalimo yang secara sukarela terlibat langsung dalam pembangunan Lapangan Terbang Perintis Wompoli di Kampung Wompoli, Lingkungan Werenggik Amput, Distrik Welarek. Sebanyak 61 mahasiswa yang berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Jayawijaya bekerja bersama masyarakat selama kurang lebih satu bulan sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Para mahasiswa bergotong royong tanpa membedakan status akademik, baik yang masih aktif kuliah maupun yang telah memasuki semester akhir, demi mendukung percepatan pembangunan fasilitas transportasi udara di daerah asal mereka.

Dukungan terhadap pembangunan lapangan terbang tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Yalimo melalui Dinas Perhubungan yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta. Tokoh masyarakat Manase Wirik Kepno menjelaskan bahwa dengan dukungan anggaran tersebut, pembangunan landasan telah mencapai panjang sekitar 250 meter, meskipun masih dibutuhkan pembiayaan lebih dari Rp5 miliar untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Ketua Panitia Lapangan Terbang Perintis Wompoli, Lewi Kepno, menegaskan bahwa keberadaan lapangan terbang ini sangat penting untuk mempercepat pelayanan masyarakat, terutama dalam penanganan keadaan darurat kesehatan yang selama ini terkendala oleh jauhnya akses transportasi.

Ketua Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Lingkungan Werenggik Amput, Hengki Pahabol, menjelaskan bahwa pembangunan Lapangan Terbang Perintis Wompoli dimulai sejak 2 Januari 2026 dan berlangsung hingga 21 Januari 2026 bersama masyarakat setempat. Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Yalimo dapat memberikan dukungan pendanaan lanjutan agar sisa pekerjaan dapat diselesaikan melalui semangat gotong royong bersama kampung-kampung di sekitar Welarek. Menurutnya, penyelesaian proyek tersebut akan membuka peluang pelayanan transportasi udara yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Apresiasi terhadap gerakan tersebut juga disampaikan oleh Anggota DPRK Yalimo Daerah Pemilihan II Distrik Welarek dan Benawa, Simon Walilo, S.I.Kom., yang menilai keterlibatan mahasiswa sebagai wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat melalui kerja nyata di lapangan. Dengan dukungan pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat, pembangunan Lapangan Terbang Perintis Wompoli diharapkan segera rampung sehingga mampu memperkuat konektivitas, mempercepat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Distrik Welarek dan wilayah sekitarnya.







