
1. BIDANG EKONOMI NASIONAL
A. Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tetap Terjaga
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Hingga Semester I Tahun 2026, pemerintah melaporkan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, serta peningkatan ekspor pada beberapa sektor strategis. Stabilitas tersebut turut memperkuat kepercayaan dunia usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan pertumbuhan yang inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. ( Sumber : www.kemenkeu.go.id )

2. Inflasi Tetap Terkendali
Pemerintah bersama Bank Indonesia terus menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Pengendalian inflasi menjadi prioritas agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama terhadap kebutuhan pokok dan energi. Stabilitas inflasi juga menjadi salah satu faktor yang mendukung iklim investasi serta menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional. Kondisi ini memperlihatkan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan global. ( Sumber : www.kemenkeu.go.id )

3. Pendapatan Negara Meningkat Signifikan
Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.459,4 triliun, atau meningkat sekitar 21,4 persen (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kinerja ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional tetap memberikan kontribusi yang kuat terhadap penerimaan negara dan menjadi modal penting dalam membiayai program-program prioritas pemerintah.

4.PENGELOLAAN APBN
A.Belanja Negara Difokuskan untuk Program Prioritas
Realisasi belanja negara hingga Semester I Tahun 2026 mencapai Rp1.656,0 triliun. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai agenda prioritas nasional, antara lain penguatan ketahanan pangan, ketahanan energi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pembangunan desa, pemberdayaan UMKM, serta percepatan investasi. Pemerintah menekankan bahwa belanja negara harus produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
( Sumber : www.kemenkeu.go.id ). By : Ir. Darmizal, MS ( Ketua Harian DPP GENTARA )







